Tampilkan postingan dengan label Thank. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2014

Tank Amphibi Buatan PT. Wirajayadi Bahari


Tank APC Amphibi buatan PT. Wirajayadi Bahari (Foto : Wirajayadi Bahari)

JAKARTA - Perusahaan asal Indonesia, PT. Wirajayadi Bahari berhasil membangun prototype kendaraan tempur (Ranpur) angkut pasukan amfibi berbasis ranpur BTR-50 yang di proyeksikan untuk memodernisasi ranpur lama untuk kebutuhan Marinir TNI AL.

"Hasil produksinya telah diuji coba dan memenuhi standar dan keselamatan TNI AL serta ergonomis sebagai kendaraan tempur amphibi, yang memenuhi standar operasional TNI AL," ungkap pemilik PT Wirajayadi Bahari, Bintoro, di Mabes TNI, Jakarta.

Dia menjelaskan, proses pembangunan dilakukan di Detasemen Pemeliharaan dan Perbekalan Marinir Surabaya. Ranpur angkut Amphibi ini dapat disejajarkan dengan produk sejenis dari negara lain, jelasnya. Berikut foto-foto Amphibi buatan Wirajayadi Bahari

Spesifikasi :

Panjang: 8.70 m
Lebar: 3.50 m
Tinggi: 2.30 m
Berat: 20 ton
Daya Angkut: 2 Awak & 20 pasukan
Kec. di darat: 70 kph
Kec. di laut: 14 kph

Daya Tempuh :

di darat: 370 km
di laut: 90 km

Semoga APC Amphibi ini dengan pengembangan yang modern, baik desain maupun fungsinya dapat menggantikan Alutsista kendaraan TNI AL yang telah uzur kedepan.
Read more

Jumat, 12 September 2014

TNI Tempatkan Batalion Tank Leopard di Perbatasan RI-Malaysia




 KALIMANTAN TIMUR - TNI akan menempatkan satu batalion tank di perbatasan antara Kalimantan Timur di Indonesia dan Sabah di Malaysia. TNI juga akan menempatkan skuardron helikopter tempur untuk memperkuat pengamanan di perbatasan RI-Malaysia.

Batalion tank Leopard, skuardron helikopter tempur dan rudal penghancur tank, akan melengkapi penjagaan kedaulatan bangsa Indonesia di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Timur. Dalam kunjungannya di perbatasan Kalimantan Timur Indonesia dan Sabah Malaysia, Panglima Daerah Militer VI Mulawarman mengatakan, batalion Mulawarman akan menjaga perbatasan dengan diperkuat sebanyak 44 tank Leopard.

Pengadaan tank di perbatasan tersebut sudah harus dituntaskan Oktober 2013 mendatang. Personel penjaga perbatasan RI-Malaysia itu akan dilengkapi tiga batalion gabungan infanteri dan artileri, yang memiliki persenjataan anti-tank.

Tim Ekspedisi Belum Temukan Patok Bergeser 

Danjen Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya mengatakan Tim Ekspedisi Khatulistiwa yang melakukan perjalanan dari Pulau Sebatik menuju Kecamatan Sei Menggaris, Nunukan, belum menemukan adanya patok-patok perbatasan RI-Malaysia yang bergeser dari posisi semula.

"Selama perjalanan penjelajahan Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 ini, belum ada patok perbatasan yang ditemukan bergeser atau hilang," kata Danjen Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya yang juga Komandan Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012, di Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Rabu.

Danjen Kopassus mengatakan, Tim Ekspedisi Khatulistiwa yang melakukan perjalanan menjelajahi wilayah perbatasan selama ini belum melaporkan adanya temuan seperti itu.

"Mudah-mudahan para peserta Tim Ekspedisi segera melaporkan apabila menemukan adanya patok-patok yang bergeser atau hilang di perbatasan," katanya.

Sedangkan Wakil Komandan Sub Koordinator Wilayah 5 Nunukan Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Mayor Inf Achiruddin mengatakan, penjelajahan perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah utara Kabupaten Nunukan selama ini yang ditemukan hanya beberapa patok yang tertimbun tanah atau bergeser akibat longsor. 
Read more