Tampilkan postingan dengan label Kapal Selam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Oktober 2014

3 Kapal Selam KRI Nanggala 402 Akan Perkuat Alutsista TNI AL





 Kapal selam KRI Nanggala 402
Kapal selam KRI Nanggala 402
  3 Kapal selam akan memperkuat alat utama sistem pertahanan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Ketiga kapal selam itu akan tiba di Tanah Air pada 2017 mendatang.

"Pada zaman jayanya dulu, Indonesia pernah memiliki 12 armada kapal laut. Saat ini, kita hanya memiliki dua. Di tahun 2017 akan datang 3 lagi. Sehingga nanti ke depannya akan kembali lagi ke arah 12," kata Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Chairul Tanjung usai mendapatkan penghargaan sebagai warga penghormatan dari TNI-AL di Pelabuhan indah Kiyat, Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (6/9/2014).

Kapal selam merupakan alutsista strategis bagi sebagian besar negara di dunia, termasuk di Indonesia. Namun, kini keadaan alutsista bawah bawah laut ini sangat memprihatinkan.

Indonesia hanya memiliki 2 unit kapal selam jenis 209/1300 yang diberi nama KRI Nanggala 401 dan 402. Kapal selam ini merupakan produksi Howaldtswerke, Kiel, Jerman Barat tahun 1981.

Saat zaman kejayaan angkatan perang Indonesia, TNI AL sempat memiliki 12 kapal selam kelas Tjakra buatan Rusia (kelas Whiskey) yang dihapus tahun 1970-an. Kapal jenis ini pernah terlibat dalam penugasan perebutan Irian Barat agar kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17 ribu lebih pulau. Di mana dua pertiganya merupakan lautan, maka dibutuhkan angkatan laut yang kuat," terang dia.

KRI Nanggala 402 memiliki berat selam 1,395 ton dengan panjang 59,5 meter, lebar 6,3 meter dan tinggi 5,5 meter. Kapal selam ini digerakkan oleh tenaga mesin elektrik 4 diesel dengan kecepatan laju maksimal 21,5 knot.

Meski tua, kapal selam andalan Indonesia ini pernah ikut serta dalam latihan tempur bersama dengan Angkatan Laut Amerika Serikat, US Navy, dengan sandi Cooperation Afloat Readiness and Training/CARAT pada 27 Mei-3 Juni 2002 di perairan Laut Jawa dan Selat Bali. Selanjutnya dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) XV/04 di Samudera Hindia pada 8 April-02 Mei 2004. (Ali)
Read more

Jumat, 03 Oktober 2014

Angkatan Laut AS Mulai Membuat Kapal Selam Siluman

Departemen Pertahanan Amerika Serikat dilaporkan mulai pembuatan kapal selam robot otonom yang mampu melumpuhkan kapal selam musuh. Kapal selam itu dinamakan Continuous Trail Unmanned Vessel (ACTUV).
Kapal selam itu mampu mencari dan melacak kapal selam musuh secara senyap. Cara itu ditempuh Angkatan laut untuk pengintaian di seluruh dunia.
Melansir Gizmag, Kamis 17 Juli 2014, kapal selam 'siluman' itu dibuat oleh Leidos, perusahaan  berbasis di Reston-Virginia, AS atas permintaan dari Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), sebuah badan khusus Depertemen Pertahanan AS.
Kapal selam ACTUV itu mampu menghilang di bawah air dan beroperasi tak terlihat. Kemampuan inilah yang digunakan untuk menjalankan misi pencarian dan pelacakan kapal selam musuh.
"Teknologi sensor canggih ACTUV harus memungkinkan untuk pengawasan terus menerus yang dikombinasikan dengan arsitektur dan desain kapal," kata Presiden Grup Leidos, John Fratamico.
Ia mengharapkan kapal ACTUV dapat memberikan navigasi yang aman otonom, guna mendukung misi Angkatan Laut di seluruh dunia.
Untuk membuat kapal selam pengintai itu, disebutkan butuh biaya dan tenaga yang sangat besar. Namun baik DARPA maupun Leidos tak mengonfirmasi berapa total biaya pembuatan kapal selam khusus itu.
Sebagai bagian dari program pengintaian DARPA di lautan, Leidos merancang kapal ACTUV mampu menjalankan tugas pelacakan di dalam air dengan kedalaman ekstrem selama berbulan-bulan.
Kapal selam itu dibangun dari komposit karbon menggunakan desain modular dan metode alur kerja pararel. Cara itu dilakukan untuk mempercepat perakitan kapal.
Kapal juga dilengkapi dengan navigasi, sensor pilot, optik elekto dan radar dengan jangkauan panjang dan pendek.
Leidos mengatakan desain modular ACTUV memungkinkan kapal tak hanya menggelar operasi anti kapal selam musuh saja, desain itu mendukung untuk fungsi intelijen, pengawasan dan misi pengintaian.
Canggihnya, kapal selam khusus ini bisa melaporkan situasi dan kondisi saat itu, serta memiliki komputer yang diprogram mengidentifikasi kapal-kapal lain dan memprediksi apa yang bakal dilakukan kapal yang diintai.
Perusahaan pembuat kapal itu disebutkan telah memulai pembangunan kapal selam khusus itu pada Febuari lalu. Konsep kapal selam khusus ini sudah dibicarakan pada Agustus 2012 silam.

Saat ini kapal ACTUV tengah dibangun di Christensen Shipyard, Vancouver, Washington. Kontruksi kapal dijadwalkan butuh 15 bulan. Setelah rampung, kapal selam itu akan diluncurkan di Columbia River pada 2015 mendatang.
Read more